tragedi trisakti 12 mei 1998..
yap, walau tragedi ini udah terjadi 14 tahun yang lalu tapi apakah hak asasi manusia bagi pahlawan reformasi kita yang gugur pada saat itu telah didapatkannya?
ngerasa ga adil ya, dia yang berkorban demi masyarakat luas, dia yang menumpahkan tetesan darahnya demi aspirasi rakyat didengar...dia pahlawan reformasi kita. yang gugur tertembak peluru oleh oknum yang tak bertanggung jawab.
dimanakah mata kalian dimanakah hati nurani kalian? pahlawan yang gugur demi kita tapi dia tidak mendapatkan hak asasinya sbg manusia
wahai para pejabat negara....dimanakah urat malu kalian? apa kalian ingin anak cucu kalian merasakan apa yang dirasakan oleh ibunda elang mulya lesmana... ibu yang melahirkan anaknya kedunia dengan bertaruhkan nyawanya. ibu yang membesarkannya dengan keringat yang bercucuran deras. ibu yang memberikannya kasih sayang tulus dengan pengorbanan yang besar... ibu yang harus melihat anaknya tewas ditangan orang lain.. tewas demi kepentingan masyarakat.. tewas dengan luka tembak di punggungnya.. tewas tanpa mendapatkan hak asasi manusia. tewas demi kita.... INDONESIA.
14 tahun kejahatan ini tertutupi.
14 tahun keluarga pahlawan memendam luka.
14 tahun pahlawan reformasi telah meninggalkan kita... meninggalkan jejak yang sangat berarti bagi kelangsungan hidup kita.
mungkin hanya 1 dari 1000 orang yang masih memikirkan pahlawan reformasi kita.
mungkin hanya sedikit orang yang masih bisa merasakan luka tragedi trisakti tersebut
tapi apakah kalian rela pahlawan yang sudah menyelamatkan hidup bangsa gugur tanpa mendapatkan hamnya?
98 usia gue memang masih 3 tahun. tapi diusia gue yang sekarang, gue belajar gue memahami tragedi trisakti tersebut. dan entah kenapa, gue ngerasa pemerintah ga adil atas rakyatnya
gue berharap kasus trisakti ini dituntaskan sampe ke akarnya, walaupun soeharto udah pergi ke neraka jahanam.
saya mahasiswa dari Jurusan Hukum
BalasHapusArtikel yang sangat menarik ..
terimakasih ya infonya :)
iya sama-sama ya :)
BalasHapus